blog post

Metode kaizen merupakan suatu metode yang biasa di pakai oleh orang jepang dalam meningkatkan mutu dan  kualitas nya, baik itu secara pribadi, perkelompok, lingkungan, perusahaan, dll. Kaizen ini berasal dari bahasa jepang yang bermakna perbaikan secara berkesinambungan, maksudnya dalam hidup itu yang paling penting adalah kita itu haruslah selalu melakukan perbaikan secara terus-menerus yang bukan hanya sekali saja dalam beberapa periode. Dalam kaizen itu terdapat istilah 5S yang berisi (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke) dalam bahasa jepangnya, sedangkan dalam bahasa indonesianya biasa di sebut dengan istilah 5R  yaitu (ringkas, rai, resik, rawat, rajin).

            Di kampus kita terdapat ruangan laboratorium Teknik Industri yang digunakan untuk kegiatan praktikum. Akan tetapi setelah melakukan kegiatan praktikum ruangan tersebut berantakan. Oleh karena itu kelompok kami berinisiatif menerapkan metode kaizen ini pada ruangan laboratorium untuk menjadikannya tetap rapi, bersih, nyaman, terawat, dan terjaga agar tetap kondusif dalam kegiatan praktikum serta menjadikannya lebih bagus lagi secara terus-menerus.

            Adapun penerapan dari metode kaizen ini di antaranya:

  1. Seiri (membereskan  tempat kerja)

Di area ruangan praktikum ada tempat sampah yang berantakan seperti sapu, sekop, skop sampah dan banyak terdapat debu di sekitar tong sampah, alat-alat yang berada dekat dengan tong sampah perlu diperbaiki tata letak dan posisinya dan debu (sampah) yang ada harus dibereskan. Sedangkan untuk rak sepatu pada gambar terlihat sepatu tidak tersusun, sepatu-sepatu yang berserakan perlu disusun di tempat sepatu agar tidak berserakan. Untuk meja praktikum singkirkan barang-barang yang tidak atau kurang diperlukan untuk kegiatan praktikum seperti; pengukuran, proses pengambilan data dll, agar kegiatan praktikum tidak terganggu, untuk itu meja parkatikum perlu dibereskan. Dan lemari praktikum tidak boleh dalam keadaan berantakan agar mencari alat yang diinginkan lebih mudah didapatkan karena alat-alat yang telah tersusun rapi.

 2. seiton (menyimpan dengan teratur)

Setelah barang-barang yang telah digunakan kemudian dibereskan lalu disimpan pada tempatnya agar barang tidak hilang dan berserakan, alat-alat yang digunakan dalam kegiatan praktikum seperti penggaris, obeng, stopwatch perlu di letakkan dalam lemari. tetapi jika masih ada benda yang masih  ragu untuk di gunakan sekarang itu dan masih bisa di gunakan  itu terkumpul seperti mukenah, lem,  sajadah, kardus. Semua barang-barang itu di masukkan ke dalam lemari penyimpanan. Untuk mukenah-mukenah di lipat dan di masukkan ke dalam kaardus dulu. Sajadah yang berada dalam plastik di kumpulkan , dilipat rapi dan masukkan pada kardus satu lagi. Untuk buku-buku yang masih bagus di masukkan pada kardus satu lagi

3. seiso (memelihara  agar tetap bersih)

setelah semua rapi dan bersih, maka hal selanjutnya yang mesti kita lakukan adalah membuatkan nama-nama tempat, memberikan label, pengumuman, pemberitahuan tentang aturan dan tata letak barang.

4. seiketsu (merawat /mentaati prosedur yang sudah bagus)

bagi orang pengguna fasilitas laboratorium itu di harapkan agar tetap mematuhi aturan yang telah di lakukan, serta menanamkan pada dirinya sendiri akan kebersihan, kedisiplinan tetap di jaga pada saat ada dalam area Laboratorium.

5. shitsuke (rajin)

meskipun semua telah rapi dan bersih hendaknya kita menamkan kerajinan pada diri kita, agar pencapaian pribadi yang berkualaitas terwujud dengan di bantu oleh lingkungan yang bersih, nyaman, aman, indah dan adam, agar kegiatan praktikum berjalan dengan lancar.

16 November 2018

Penulis :

Agung Permana Putra

Ahsanul Arfan

Riski Uswandi

  • Bagikan